<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>_My_Own_Very_Personal_Rambling_Thoughts_</title>
	<atom:link href="http://fadlunm.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://fadlunm.wordpress.com</link>
	<description>Me in sparkles of ideas, thoughts and others..</description>
	<lastBuildDate>Fri, 09 Apr 2010 03:15:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='fadlunm.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/3eb4dcc923afde78bbe593268f701a81?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>_My_Own_Very_Personal_Rambling_Thoughts_</title>
		<link>http://fadlunm.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://fadlunm.wordpress.com/osd.xml" title="_My_Own_Very_Personal_Rambling_Thoughts_" />
	<atom:link rel='hub' href='http://fadlunm.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Muslim dan Makanannya.</title>
		<link>http://fadlunm.wordpress.com/2010/04/09/muslim-dan-makanannya/</link>
		<comments>http://fadlunm.wordpress.com/2010/04/09/muslim-dan-makanannya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Apr 2010 03:07:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlunm</dc:creator>
				<category><![CDATA[Thoughtful Stuff]]></category>
		<category><![CDATA[baik]]></category>
		<category><![CDATA[daging]]></category>
		<category><![CDATA[halal]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[vegetarian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fadlunm.wordpress.com/?p=175</guid>
		<description><![CDATA[“Seorang teman kerja saya, Pak Dirman tidak pernah mau makan daging yang bukan dia sembelih sendiri. Karena rasa hormat dan tidak menyiksa itu penting dalam hukum Islam. Beberapa hari lalu asisten saya cerita hewan yang disembelih dengan diadzani lebih dulu, tidak akan gelepar2 berontak kesakitan, saya percaya ini Rin. Namun saya juga yakin Islam tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadlunm.wordpress.com&amp;blog=7012012&amp;post=175&amp;subd=fadlunm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>“Seorang teman kerja saya, Pak Dirman tidak pernah mau makan daging yang bukan dia sembelih sendiri. Karena rasa hormat dan tidak menyiksa itu penting dalam hukum Islam. Beberapa hari lalu asisten saya cerita hewan yang disembelih dengan diadzani lebih dulu, tidak akan gelepar2 berontak kesakitan, saya percaya ini Rin. Namun saya juga yakin Islam tidak bermaksud membekukan pesan Nabi mentah2 atau dipahami secara harafiah. Islam adalah agama dinamis dengan konsep Itjihadnya, ajaran harus dipahami secara esensial. Nabi Muhammad sangat menekankan perlakuan etis pada hewan. Harus miliki belas kasih inilah spiritnya.</p>
<p>Saya pernah membaca, seorang penghuni neraka ditanya apa yang dilakukan semasa hidupnya hingga masuk neraka. sang penghuni menjawab &#8216;karena semasa hidup pernah mengikat kucing hingga membiarkan kucing tsb mati kelaparan dan kehausan. Jaman Nabi, Arab memang terbatas pilihan, namun sekarang jaman sudah berbeda, Arab bahkan sudah bisa mengimpor teknologi untuk buat pertanian sayur dan buah. Saya pernah dengar dari teman ada pesan Nabi ttg kewajiban untuk memiliki sikap kritis, jangan konsumsi sesuatu yang merusak tubuh. Saya pikir bukti dinamisnya tafsir dapat kita lihat juga bagaimana MUI melihat rokok, ada wacana akan difatwakan haram ya Mas.</p>
<p>Kembali ke masalah daging,  Ilmu kesehatan menunjukan kepada kita daging ternyata tidak baik untuk tubuh. Itjihad inilah yang membuka pemahaman ajaran Islam secara hakiki hingga memahami perilaku Nabi secara holistik, memahami konteksnya dan telaah sejarahnya. Seperti aturan minum arak, sebelumnya Nabi memberi larangan, selanjutnya diharamkan. Kita lihat ada dinamika, ada peluang berevolusi, Nabi melihat keadaan sudah memungkinkan untuk mengharamkan, maka dikeluarkanlah larangan dengan tingkat haram untuk arak. Jadi demikian juga dengan makan daging, bila mengacu dari apa yang dilakukan jaman Nabi saja, hewan kalaupun akan disembelih harus seminimal mungkin menimbulkan kesakitan makanya harus pakai pisau yang sangat tajam dan lakukan dengan sangat hormat. Kalo konsisten dengan aturan ini saja, muslim akan sangat jarang makan daging seperti pak Dirman itu. Dan jika mengacu pada pesan Nabi bahwa jangan mengonsumsi sesuatu yang merusak tubuh, maka tidak tertutup kemungkinan juga Islam akan berevolusi meat out, ato bahkan free animal produk.”</p>
<p></em></p>
<p>Berangkat dari pesan yang dititipkan di <a href="http://www.facebook.com/fadlun.maros">facebook</a> oleh seorang teman, saya tergelitik untuk mengupas makanan kembali (setelah sebelumnya menulis tentang makanan <a href="http://fadlunm.wordpress.com/2009/05/26/eat-up/">disini</a>).</p>
<p>Sejujurnya I&#8217;m truly flattered knowing that one of my <a href="http://onlyoneearth.wordpress.com/">best friend</a> which I suppose not a Moslem know that much about my religion. Trying to be polite, I never asked her about her Religion, coz Religion is a sensitive thing to some of us, so I guess I&#8217;ll just let myself guessing. </p>
<p>Saya harus kembali mulai membasuh hati, menjernihkan diri. Saya percaya agama adalah sesuatu untuk dianut, diresapi dan dinikmati dalam setiap aspeknya. Karena agama itu luas, bukan hanya ibadah atau sedekah. Agama memberi cahaya dikala gelap, manual untuk hidup ini. A to Z.</p>
<p>Sedikit meruncingkan pembahasan, untuk urusan makanan Islam punya 2 resep jitu yang menurut saya pribadi adalah dedengkotnya seluruh resep. <strong>HALAL</strong> dan<strong> BAIK</strong>. Ketika dua kategori ini terpenuhi, silahkan dikonsumsi. Jika tidak, jangan terburu-buru mengharamkan, mungkin yang dihadapan anda itu memang bukanlah makanan adanya. Islam menaruh kasih dan sayang pada umatnya, ketika anda dianjurkan untuk mengkonsumsi sesuatu yang halal dan baik, maka ikutilah, jika tidak, mudah-mudahan anda masih punya waktu untuk menyadari kenapa halal dan baik itu mutlak.</p>
<p>Islam menempatkan masing-masing makhluk pada kodratnya yang terhormat. Banyak riwayat yang menceritakan bagaimana Rasulullah SAW memperlakukan setiap makhluk, manusia, hewan, tumbuhan dengan penuh rasa hormat, penghargaan dan kasih sayang. Bahkan pada peperangan sekalipun, selain wanita dan anak-anak, para sahabat laskar jihad tidak diperkenankan merusak tumbuhan ataupun membunuh hewan sembarangan. Perang pada waktu itupun dilakukan secara reaktif, memerangi mereka yang memerangi, itulah konsepnya. Perang tidak dilakukan dengan rasa benci yang membuncah, rasa marah yang membakar, spiritnya adalah perdamaian dan kasih sayang yang dilakukan dengan cara membela diri dari mereka yang memerangi, bukan memulai perang dengan mereka yang tidak disukai atau bukan dari kalangan kaumnya. Rasul memandang mereka-mereka yang memeranginya dengan rasa sedih  layaknya seorang Ibu yang melihat anaknya yang sedang nakal. Tidak ada niat memusnahkan, membunuh atau menyakiti. Berlandaskan pemikiran ini, apapun konteksnya, hukum, agama, politik, mudah-mudahan tidak dilakukan secara menyimpang. Kasih sayang dan Keikhlasan model begini adalah warisannya Rasulullah yang banyak terlewatkan. Terjemahan dilakukan secara kaku dan kasar. Rasul perang, yang diikuti angkat senjatanya. Bahkan pada masa Rasulullah, tawanan perang diperlakukan dengan sopan dan kasih sayang selayaknya sesama makhluk Allah SWT. Tidak banyak penghancuran, tidak tercium aroma kebencian. Siapa tahu orang yang kita perangi hari ini bisa jadi orang yang berperang dengan kita esok hari dengan kasih sayang dan keikhlasan.</p>
<p>Ketika menyembelih hewan, Rasul mencontohkan dengan rasa kasih dan penuh penghormatan, sebisa mungkin dilakukan dengan cepat, bersih, pisau yang tajam dan tidak disaksikan hewan yang lainnya. Seorang teman pernah menceritakan tentang peternakan merpati yang ditinggal oleh merpati-merpati yang lainnya yang menolak kembali ke sarangnya setelah melihat salah satu merpati disembelih. Besar kemungkinan mereka merasakan atau bahkan mengerti apa yang terjadi pada temannya.</p>
<p>Salah satu kisah yang sering terdengar adalah seorang pelacur yang masuk surga hanya karena amal kecilnya pada waktu hidup kepada anjing yang terlantar. Dengan menggunakan alas kakinya, sang pelacur memberikan minum kepada anjing yang terlihat sangat kehausan. Anjing dan Babi memang diharamkan dalam Islam, namun kasih sayang terhadap kedua makhluk yang diharamkan itu tetap bisa menyalakan cahaya kebaikan yang terlihat seperti sudah tidak ada lagi.</p>
<p>Orang-orang dulu pernah bilang, “Kalau kata hatimu benar, maka benarlah itu”. Dan untuk bisa melakukan itu kita harus melatih nurani untuk selalu condong ke arah yang baik dan benar agar bisikan yang sampai ke hati juga yang baik dan benar pula, logika yang dirumuskan juga mudah-mudahan akan seirama. Untuk yang baik dan benar tidak akan ada keganjilan atau ganjalan. Hati kita pasti menerima dengan tulus dan ikhlas, yang penting harus selalu dijaga kebersihan dan kejernihannya.</p>
<p>Kembali ke urusan makanan dan aspek etisnya, bermodalkan konsep hidup yang Islami ini, sudah pada tempatnyalah Muslim memiliki daya saring yang lebih rapat, tegas dan ketat akan apa yang akan dikonsumsinya. Halal dan baik itu terdengar seolah-olah parameter yang ringan namun benar-benar penuh makna. Doa yang dipanjatkan sebelum dan sesudah makan akan berkah yang diterima tentunya bukan hanya dilafazkan di mulut saja. Namun akan meresap hingga awal dan akhir adanya makanan yang dikonsumsi. Dari yang baik akan timbul yang baik pula, tidak heran kalau sebagian orang mengatakan <em>you are what you eat</em>, makanan yang anda masukkan kedalam tubuh anda akan menjadi bagian dari anda, selamanya. Yang terbuang hanyalah ampas, sisa tak tercerna yang akan segera menjelma menjadi penyakit ketika mengendap lama dan gagal dikeluarkan. Saripatinya akan berperan terhadap pertumbuhan, tingkah laku juga pemikiran anda, memberi makan sel-sel yang sehat dan menggantikan sel-sel yang rusak. Rasul mencontohkan agar umat Muslim makan sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang, tidak berlebihan, tidak juga kurang. Batas yang hanya anda dan kejujuran anda pada diri anda sendiri yang bisa menakarnya.</p>
<p>Tumbuhan adalah tipe makanan yang relatif aman dan sebagian besar lulus dari jaring halal dan baik. Namun tidak demikian halnya dengan daging binatang, banyak hal yang jadi bahan pertimbangan. Untuk menghalalkan daging binatang ada syarat yang harus dipenuhi yang jika tidak maka daging binatang yang mati hanyalah bangkai yang tidak dianggap makanan. Tidak seluruh bangkai itu haram, ada dua bangkai yang dihalalkan untuk dikonsumsi, yakni Ikan dan Belalang. Sisanya, binatang ternak ataupun hewan liar jika matinya tidak disembelih atau diburu atas nama-Nya, maka bangkailah statusnya dan haram hukumnya untuk dikonsumsi kecuali dalam keadaan darurat yang menyangkut hidup dan mati, itupun sekedar penyambung napas, tidak boleh berlebihan.</p>
<p>Pertanyaan besarnya adalah bisakah anda pastikan bahwa sekerat daging yang ada di piring anda itu berasal dari hewan yang layak dikonsumsi, disembelih dengan kasih sayang, penghormatan dan ritual yang tepat, dengan menyebut nama Allah SWT sehingga halal zatnya setelah dicabut nyawanya dan mengkonsumsinya adalah baik bagi anda dan kesehatan anda? Ketika pertanyaan-pertanyaan ini tidak terjawab dengan pasti dan memuaskan, sebagai muslim yang baik tidakkah sebaiknya anda menghindari makanan yang tidak anda ketahui halal dan baiknya?</p>
<p>Umat Islam harus pintar. Ayat Al Qur’an yang pertama turun adalah anjuran untuk membaca, menambah Ilmu Pengetahuan, memperluas wawasan guna bisa memilah dan memilih mana yang baik dan benar yang sepantasnya diteladani. Kritis akan situasi dan tanggap terhadap kondisi. Belajar dilakukan semenjak buaian hingga liang lahat. Rasul adalah contoh nyata dari kalangan manusia sendiri, manusia sebenarnya dengan karakter asli yang pantas diikuti. Adakah mustahil bagi manusia mencontoh suri tauladan dari manusia yang lainnya?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fadlunm.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fadlunm.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fadlunm.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fadlunm.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fadlunm.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fadlunm.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fadlunm.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fadlunm.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fadlunm.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fadlunm.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fadlunm.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fadlunm.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fadlunm.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fadlunm.wordpress.com/175/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadlunm.wordpress.com&amp;blog=7012012&amp;post=175&amp;subd=fadlunm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fadlunm.wordpress.com/2010/04/09/muslim-dan-makanannya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0cc60cd7c257c801e21ba662040b5187?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fadlunm</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Corporate Enviromental Responsibility</title>
		<link>http://fadlunm.wordpress.com/2010/02/04/corporate-enviromental-responsibility/</link>
		<comments>http://fadlunm.wordpress.com/2010/02/04/corporate-enviromental-responsibility/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Feb 2010 15:55:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlunm</dc:creator>
				<category><![CDATA[Thoughtful Stuff]]></category>
		<category><![CDATA[industri]]></category>
		<category><![CDATA[korporasi]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[sampah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fadlunm.wordpress.com/?p=159</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu aspek yang seharusnya sejak dini sudah diwajibkan kepada korporasi-korporasi yang bernaung dibawah industri, terutama Consumer Goods yang banyak mengkonsumsi material untuk produksi maupun kemasan produknya adalah tanggung jawab untuk ‘mengutip’ kembali hasil buangan dari produknya, termasuk kemasan, emisi atau limbah hasil produksi maupun imbas dari produk yang telah selesai dikonsumsi. Salah satu dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadlunm.wordpress.com&amp;blog=7012012&amp;post=159&amp;subd=fadlunm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><a href="http://fadlunm.files.wordpress.com/2010/02/sampah.jpg"><img class="size-medium wp-image-164 aligncenter" title="Kerumunan Sampah" src="http://fadlunm.files.wordpress.com/2010/02/sampah.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Salah satu aspek yang seharusnya sejak dini sudah diwajibkan kepada korporasi-korporasi yang bernaung dibawah industri, terutama Consumer Goods yang banyak mengkonsumsi material untuk produksi maupun kemasan produknya adalah tanggung jawab untuk ‘mengutip’ kembali hasil buangan dari produknya, termasuk kemasan, emisi atau limbah hasil produksi maupun imbas dari produk yang telah selesai dikonsumsi. Salah satu dari bentuk Corporate Enviromental Responsibility.</p>
<p>‘Wabah menyampah’ ini dipicu oleh gaya hidup yang serba cepat, instan dan ‘sekali pakai’. Apapun material kemasannya, plastik, kertas, styrofoam, bahkan daun sekalipun, tidak akan dengan mudah begitu saja terurai dan menyatu kembali dengan alam. Korporasi yang terpicu untuk semakin ‘retail’ lagi meluncurkan produknya, terkadang tanpa berpikir panjang tentang efek samping kegiatannya dengan ‘jitu’ merumuskan strategi dagang yang seringkali tidak ramah lingkungan. Detergen dengan kemasan sachet sekali cuci dengan harga yang terjangkau, permen dengan kemasan satuan yang ‘bling-bling’ dan menarik perhatian, snack dengan isi ‘hanya’ beberapa buah dan langsung bisa disingkirkan kemasannya ketika selesai dikonsumsi, rokok yang semakin langsing dan cepat habis dengan kotak yang semakin kecil, dengan harga yang semakin murah berlabelkan kemasan ‘ekonomis’, dan bermacam ragam jurus jitu produsen untuk dengan ramah menjangkau saku konsumennya, bahkan hingga ke level receh sekalipun.</p>
<p>Pernahkah anda sesekali memperhatikan betapa semakin hari semakin sulit menemui tumpukan daun kering yang tidak disusupi oleh limbah kemasan permen atau rokok? Aliran sungai atau selokan yang tidak dikotori oleh bekas kemasan detergen? Belum lagi airnya yang ‘pedih’ menghitam dan berbau limbah tak terurai itu? Bahkan udara yang kita hirup setiap saat yang tidak beraroma, bercampur debu atau tercemar asap?.</p>
<p>Tidakkah anda sekalian rindu dengan selokan jernih yang masih ditinggali ikan-ikan dan gemericik airnya yang mengalir menenangkan? Sungai-sungai bersih yang masih menimbulkan rasa segar ketika airnya menyentuh kulit kita? ‘Applause’ dari rimbun dedaunan yang menyambut datangnya angin segar yang bertiup menyejukkan?</p>
<p>Memang tidak ‘fair’ rasanya jika tumpukan limbah dan sampah ini murni dipersalahkan kepada korporasi, yang semata hanya (mungkin) secara reaktif menanggapi trend pasar yang bergerak sesuai keinginan dan kemampuan konsumennya, demi sederet angka menyenangkan di laporan keuangan tahunan mereka. Individu per individu konsumennya, dengan kata lain : kita-kita ini adalah mata rantai yang memperpanjang rentetan pihak yang bisa dianggap sebagai pemicu fenomena ini.</p>
<p>Saya, anda, kita semua adalah sudah seharusnya berhenti menjadi api-api kecil yang terus menerus mengasapi cerobong-cerobong industri yang mengotori langit, membotaki hutan, mengeruhkan air sungai, membunuh hewan-hewan, dan sederet ‘dosa tak sengaja’ yang dilakukan demi memenuhi hasrat konsumennya memperoleh teman kunyahan dikala menonton TV, pengisi waktu dikala senggang, sesuatu untuk ditawarkan atas nama pergaulan, atau hanya sekedar kegiatan yang dilakukan tanpa alasan yang jelas dan jika pun ditanyakan kenapa, tak akan memperoleh jawaban yang sekiranya bisa membenarkan efek samping yang perlahan namun mematikan, dari jalan yang ditempuh produk yang sedang dikonsumsi hingga menjadi benda kecil di tangan untuk dimakan, diminum, atau dihisap.</p>
<p>Dilain pihak, sudah saatnya korporasi bertanggung jawab terhadap limbah-limbah buangan yang ditimbulkannya. Sisa kemasan yang ‘beredar’ dimana-mana, jejak karbon yang menghiasi kehidupan kita sehari-hari, udara sesak yang kita hirup setiap harinya. Dan sudah saatnya juga kita, saya dan juga anda untuk mulai memikirkan perjalanan benda-benda yang anda konsumsi, yang anda kendarai, yang anda beli untuk melengkapi gaya hidup anda, apakah layak untuk ditukarkan dengan sepotong harapan memperoleh udara segar, lahan hijau terbuka, aliran sungai yang bersih, tumpukan daun rindang nan bebas dari debu yang terlihat seperti debu vulkanik dalam skala kecil.</p>
<p>Pajak pemanasan global sepertinya bisa menjadi perangkat yang sesuai untuk ‘memaksa’ korporasi mengubah orientasi efisiensi dan efektivitas perusahaan dari yang semata berujung pada keuntungan, dengan menekan biaya produksi atau optimalisasi biaya promosi, menjadi juga memikirkan teknologi dan sumber daya yang ramah lingkungan, demi menghemat pajak yang akan dibayarkan, walaupun ini sebenarnya tetap mengacu pada penekanan ‘cost’ untuk pajak yang berujung pada membaiknya laba.</p>
<p>Besarnya pungutan yang dibayar dapat dihitung berdasarkan jumlah karbon yang dihasilkan, sumber daya yang digunakan, apakah termasuk kategori dapat diperbaharui atau tidak. Maupun kemasan yang digunakan, berapa lamakah hingga akhirnya kemasan dapat terurai oleh lingkungan ataukah akan berakhir menjadi limbah sulit urai yang tetap menjadi sampah yang mengotori bumi hingga beratus tahun kemudian.</p>
<p>Himpunan dana dari pajak pemanasan global yang dikutip dari setiap perusahaan dapat digunakan untuk memelihara hutan, mendaur ulang limbah, membuat taman kota, atau mendesain teknologi baru.</p>
<p>Spirit dari pungutan ini jangan disalah artikan sebagai legalisasi perusakan lingkungan selama mampu &#8216;membayar&#8217;. Ada level tertentu dimana ekplorasi ataupun penggunaan material tertentu yang merusak lingkungan seharusnya tidak diperbolehkan sama sekali, mungkin batasan bisa diberikan dalam bentuk kuota per tahun atau per wilayah dilihat dari seberapa parah kerusakan yang sudah, sedang dan akan timbul akibat aktifitas ekonomi yang dilakukan.</p>
<p>Ketegasan semacam ini mutlak diperlukan mengingat ketika pencemaran sudah terjadi, maka untuk menebus polusi yang ditimbulkan tidak jarang malah menimbulkan polusi baru, walaupun dalam skala yang lebih kecil. Pencemaran berbuah polusi ini akan terus menerus menjadi lingkaran setan yang hampir tidak ada habisnya.</p>
<p>Dengan demikian diharapkan industri dapat bersanding dengan alam secara harmonis, tanpa ada salah satu pihak yang terancam segera punah atau tercemari tanpa kompensasi kembali untuk meremajakan, atau menyelamatkan. Demi menjaga kesinambungan hidup seluruh makhluk yang menumpang di planet yang sama, bumi.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fadlunm.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fadlunm.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fadlunm.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fadlunm.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fadlunm.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fadlunm.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fadlunm.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fadlunm.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fadlunm.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fadlunm.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fadlunm.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fadlunm.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fadlunm.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fadlunm.wordpress.com/159/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadlunm.wordpress.com&amp;blog=7012012&amp;post=159&amp;subd=fadlunm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fadlunm.wordpress.com/2010/02/04/corporate-enviromental-responsibility/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0cc60cd7c257c801e21ba662040b5187?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fadlunm</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fadlunm.files.wordpress.com/2010/02/sampah.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Kerumunan Sampah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lebaran, Mohon Jangan Dulu Datang..</title>
		<link>http://fadlunm.wordpress.com/2009/09/14/lebaran-mohon-jangan-dulu-datang/</link>
		<comments>http://fadlunm.wordpress.com/2009/09/14/lebaran-mohon-jangan-dulu-datang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Sep 2009 07:35:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlunm</dc:creator>
				<category><![CDATA[On Life, Wife, Families and Fun..]]></category>
		<category><![CDATA[Thoughtful Stuff]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fadlunm.wordpress.com/?p=129</guid>
		<description><![CDATA[Ya. Saya serius. Mohon jangan dulu datang, saya masih asyik dengan bulan yang satu ini. Kemesraan kami serasa baru berlangsung sebentar. Sedang coba perbaiki yang rusak, tambal yang bolong, isi yang kosong. Tolong jangan &#8216;gusur&#8217; masa sakral ini dengan gegap gempita petasan dan kembang api, konvoi asap di jalan-jalan, pesta-pesta, hamburan makanan, uang baru, baju [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadlunm.wordpress.com&amp;blog=7012012&amp;post=129&amp;subd=fadlunm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ya. Saya serius. Mohon jangan dulu datang, saya masih asyik dengan bulan yang satu ini. Kemesraan kami serasa baru berlangsung sebentar. Sedang coba perbaiki yang rusak, tambal yang bolong, isi yang kosong. Tolong jangan &#8216;gusur&#8217; masa sakral ini dengan gegap gempita petasan dan kembang api, konvoi asap di jalan-jalan, pesta-pesta, hamburan makanan, uang baru, baju baru, liburan panjang, belanja-belanja.</p>
<p>Saya hanya ingin berduaan, intim dengan bulan yang khidmat ini, melewati setiap bulir masa yang mengalir memaknai garis hidup ini. Kesempatan langka yang hanya satu tahun sekali ini akan segera engkau lunturkan dengan kesenangan-kesenangan yang segera membuat lena.</p>
<p>Baju baru hanya akan membuat kami bangga, uang baru hanya akan mengundang riya, perut kenyang hanya akan membuat kami lupa. Tolong biarkan saya menikmati dahaga ini. Rasa lapar yang sama sekali tidak mendatangkan sengsara. Pengendalian yang membuncahkan rasa bahagia.</p>
<p>Masa ini adalah masa yang amat sangat istimewa. Ada generasi yang terlahir disini, pewaris tahta, penuai puja nan jauh dari riya. Semoga menjadi makhluk berguna.</p>
<p>Wahai Lebaran, mohon engkau jangan dulu datang..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fadlunm.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fadlunm.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fadlunm.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fadlunm.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fadlunm.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fadlunm.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fadlunm.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fadlunm.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fadlunm.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fadlunm.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fadlunm.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fadlunm.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fadlunm.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fadlunm.wordpress.com/129/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadlunm.wordpress.com&amp;blog=7012012&amp;post=129&amp;subd=fadlunm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fadlunm.wordpress.com/2009/09/14/lebaran-mohon-jangan-dulu-datang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0cc60cd7c257c801e21ba662040b5187?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fadlunm</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengurus Diri, Sudahkah?</title>
		<link>http://fadlunm.wordpress.com/2009/09/08/mengurus-diri-sudahkah/</link>
		<comments>http://fadlunm.wordpress.com/2009/09/08/mengurus-diri-sudahkah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Sep 2009 07:00:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlunm</dc:creator>
				<category><![CDATA[On Life, Wife, Families and Fun..]]></category>
		<category><![CDATA[Thoughtful Stuff]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fadlunm.wordpress.com/?p=119</guid>
		<description><![CDATA[Belakangan saya banyak memperhatikan gejala-gejala pergeseran (atau mungkin lebih tepat dikatakan perubahan?) pola hidup manusia umumnya, disekitar saya khususnya. Dari kemampuan mengurus diri sendiri (secara umum) ke &#8216;fokus&#8217; ke kemampuan menghasilkan alat dengan bantuan teknologi atau uang sebanyak-banyaknya untuk nantinya digunakan membayar orang lain atau membeli alat guna mengurus dirinya sendiri. Urus mengurus yang saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadlunm.wordpress.com&amp;blog=7012012&amp;post=119&amp;subd=fadlunm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Belakangan saya banyak memperhatikan gejala-gejala pergeseran (atau mungkin lebih tepat dikatakan perubahan?) pola hidup manusia umumnya, disekitar saya khususnya. Dari kemampuan mengurus diri sendiri (secara umum) ke &#8216;fokus&#8217; ke kemampuan menghasilkan alat dengan bantuan teknologi atau uang sebanyak-banyaknya untuk nantinya digunakan membayar orang lain atau membeli alat guna mengurus dirinya sendiri.</p>
<p>Urus mengurus yang saya maksud disini adalah benar-benar dalam hal &#8216;basic instinct&#8217; yang primitif, mulai dari kemampuan menyediakan makanan sendiri, bepergian-mengantarkan diri sendiri ke tempat tujuan, mencuci baju, membersihkan rumah, menyetrika pakaian, hingga hal yang menurut saya pribadi adalah tidak seharusnya diwakilkan kepada orang lain, yaitu mengurus anak sendiri atau anggota keluarga yang lainnya. Itu masih yang bersifat jasmaniah, belum lagi aspek rohaniah-mental-spiritual yang kalau mau lebih panjang lagi dibeberkan disini, lalu disangkut pautkan dengan kodrat yang entah siapa yang menetapkan dan entah siapa juga yang menerapkan, maka semakin kusutlah fokus tulisan ini.</p>
<p>Banyak orang berkilah dibalik minimnya waktu untuk melakukan semuanya sendiri, hingga akhirnya terbawa arus dan menyerah pada &#8216;mekanisme pasar&#8217; yang berujung pada dimungkinkannya untuk men-delegasikan hampir semua urusan-urusan, mulai dari yang paling remeh hingga yang (kembali lagi menurut pendapat saya pribadi) adalah seharusnya dilakukan ybs sendiri. Maka tidak heran kalau bayi-bayi sekarang ini tumbuh besar dalam dekapan baby sitter yang nota bene pendidikannya biasanya pas-pasan dan menyerahkan diri untuk dipekerjakan dengan bayaran seadanya oleh majikan, dengan anak yang disokong secara financial oleh ayah ibu biologisnya yang mensuplai segala kebutuhan fisik-jasmaniah berupa susu formula sebagai pengganti ASI yang entah secara sadar atau tidak dimaklumi sebagai situasi dan kondisi yang tidak terelakkan lagi, makanan dalam kemasan yang nantinya disuapkan kedalam mulut-mulut kecil menggemaskan yang tidak berdosa itu oleh sang kakak-asuh yang diharapkan dengan tingkat Intelegensia dan latar belakang pendidikan yang apa adanya, tanpa disadari mendapat kehormatan meletakkan batu pertama fondasi pendidikan sang anak, untuk selanjutnya menyerahkan tongkat estafet ke playgroup, sekolah Internasional bagi yang mampu, dan seterusnya hingga kuliah dan bekerja lalu terbentuklah sang anak menjadi manusia dengan karakter yang dibangun dari hasil comot sana comot sini, minim peran orang tua biologis, semuanya dikawal penuh, diawasi dan diawali degup jantung sang baby sitter, <em>What an Irony..</em></p>
<p>Silahkan ajukan pertanyaan-pertanyaan berikut ini kepada diri anda sendiri dan mohon jawab dengan jujur dan berkesadaran penuh serta renungkan, sudahkah anda mengurus diri anda sendiri? atau anda hanya bisa menghasilkan uang atau menggunakan alat sebagai penutup dari lubang ketidakmampuan (atau ketidakmauan) ini?</p>
<p>- Kapan terakhir kali anda merapikan tempat tidur sendiri?</p>
<p>- Sarapan pagi sebagai &#8216;the best meal of the day&#8217;, siapa yang menyiapkannya?</p>
<p>- Pergi Sekolah, Kuliah, Bekerja. Diantar? Pergi sendiri? Pakai supir?</p>
<p>- Pakaian yang anda kenakan, siapa yang mencucinya setiap hari?</p>
<p>- Piring dan meja yang anda gunakan untuk makan? siapa yang membersihkannya?</p>
<p>- Suami / Istri anda, siapa yang melayaninya makan? menemaninya melewati waktunya?</p>
<p>- Anak anda, siapa yang membesarkannya?</p>
<p>Masing-masing orang menerapkan standar kemandiriannya masing-masing. Mana urusan yang bisa diserahkan kepada alat-perangkat atau orang lain, mana yang akan dilakukan sendiri hingga mungkin bisa saja menurut anda yang anda lakukan sekarang adalah wajar mengingat ritme hidup masa kini yang memang sulit untuk tidak diikuti. Satu hal yang perlu anda sadari adalah ambang batas kewajaran semakin hari semakin tergerus dan kabur digilas roda jaman yang edan ini. Memiliki pekerjaan sebagai sumber penghasilan sekaligus keluarga sebagai tempat bernaung memang cukup membuat tangan menjadi penuh hingga hal-hal yang dulunya dianggap kodrat-wajar untuk dilakukan sendiri pun mendapat pembenaran untuk dilakukan oleh orang lain berimbal sejumput rupiah, yang diiringi anggukan massal jutaan orang lainnya dengan kondisi yang sama pula. Berjamaah.</p>
<p>Tidak sedikit orang yang sebenarnya memiliki kemampuan dan kesempatan untuk mengurus dirinya sendiri, luar dalam. Namun situasi yang sudah begitu &#8216;nyaman&#8217; menyebabkan lupa diri dan hanyut dalam arus kemampuan untuk &#8216; membeli&#8217; fasilitas pengurusan diri pribadi. Sehingga berangsur-angsur fungsi diri sebagai pengurus pribadi berganti menjadi mesin pencari uang atau penemu teknologi untuk melaksanakan rutinitas hidup sehari-hari.</p>
<p>Saya jadi ingat kepada ular, yang menurut sebagian pendapat dulunya adalah makhluk berkaki yang berjalan, namun dikarenakan kemalasannya menggunakan kaki, perlahan bentuk tubuhnya berevolusi mengikuti kebiasaan sehari-hari yang lebih suka menggunakan otot perutnya untuk berpindah tempat dan bergerak, setelah beberapa generasi kaki ular bahkan tidak terlihat lagi, menyisakan tulang yang mirip dengan tulang ekor pada manusia yang juga dulu katanya ada kemungkinan memiliki ekor. Begitu juga ayam, yang jejak historis berupa sepasang sayap untuk terbang masih terbawa hingga kini, namun kemampuan untuk mengangkasa jauh berkurang drastis, masih menurut riwayat yang sama adalah imbas dari rasa malas yang tertutupi ketersediaan makanan di darat, dan rasa cukup hingga pemicu utama usaha untuk mengepakkan sayap ke udara pun seolah tak kunjung memotivasi diri untuk menempuh segala susah payah mengayuh di udara.</p>
<p>Hal yang mirip juga tergambar dengan sangat apik pada film garapan <a href="http://adisney.go.com/disneyvideos/animatedfilms/wall-e/flash_site.html" target="_blank">Pixar Animation Studios : Wall E</a> yang dengan sangat rapi me-reka-reka kira-kira akan seperti apa kelanjutan hidup ras manusia jika kebiasaan-kebiasaan &#8216;kurang baik&#8217; ini diteruskan dengan iringan kemajuan teknologi yang melesat cepat. Bahkan kisah seolah-olah berputar pada masalah robot dan teknologi, dengan bumbu asmara. Bukan tentang manusia lagi. Silahkan saksikan apa yang terjadi pada ras bernama manusia pada masa dimana teknologi sudah begitu maju, sangat maju hingga yang tertinggal hanyalah puing yang bernama bumi, dan makhluk bernama manusia. Tanpa ada maksud menggeneralisir, saya tidak sedang berbicara tentang sekelumit minoritas atau kebanyakan mayoritas, hanya sebagian, dan itu saja. Tidak usah dibahas apakah anda termasuk didalamnya atau tidak, karena ini hanya tulisan, dan hanya tulisan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fadlunm.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fadlunm.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fadlunm.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fadlunm.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fadlunm.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fadlunm.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fadlunm.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fadlunm.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fadlunm.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fadlunm.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fadlunm.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fadlunm.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fadlunm.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fadlunm.wordpress.com/119/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadlunm.wordpress.com&amp;blog=7012012&amp;post=119&amp;subd=fadlunm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fadlunm.wordpress.com/2009/09/08/mengurus-diri-sudahkah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0cc60cd7c257c801e21ba662040b5187?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fadlunm</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ospek Oh Ospek</title>
		<link>http://fadlunm.wordpress.com/2009/08/18/ospek-oh-ospek/</link>
		<comments>http://fadlunm.wordpress.com/2009/08/18/ospek-oh-ospek/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 09:24:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlunm</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fadlunm.wordpress.com/?p=82</guid>
		<description><![CDATA[Senior : “KENAPA KAMU TERLAMBAT!” Junior : “kan cuma satu menit kak!” Senior : “SATU MENIT JUGA NAMANYA TERLAMBAAAT!!” Senior lagi : “KAMU MEMBANTAH! JONGKOK! PUSH UP! LARII! MASUK COMBERAN! MERANGKAKAAAAKK!!” Ilustrasi diatas hanya dialog imajiner yang didasarkan pada kejadian sebenarnya yang barusan saya saksikan dengan mata kepala saya sendiri tadi pagi, pagi subuh, benar-benar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadlunm.wordpress.com&amp;blog=7012012&amp;post=82&amp;subd=fadlunm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Senior : “KENAPA KAMU TERLAMBAT!”</p>
<p>Junior : “<em>kan cuma satu menit kak!”</em></p>
<p>Senior : “SATU MENIT JUGA NAMANYA TERLAMBAAAT!!”</p>
<p>Senior lagi : “KAMU MEMBANTAH! JONGKOK! PUSH UP! LARII! MASUK COMBERAN! MERANGKAKAAAAKK!!”</p>
<p>Ilustrasi diatas hanya dialog imajiner yang didasarkan pada kejadian sebenarnya yang barusan saya saksikan dengan mata kepala saya sendiri tadi pagi, pagi subuh, benar-benar pagi dan subuh (ditandai dengan masih gelapnya suasana sekitar, segarnya udara dan sedikitnya orang yang lalu lalang di jalanan, plus saya yang belum mandi). TKP-nya di kampus, salah satu kampus terbesar di kota ketiga terbesar di negara ini. Korbannya banyak sekali mahasiswa-mahasiswi baru yang sebahagian masih benar-benar lugu, dan pelakunya (ini yang seru) seniornya sendiri yang secara postur tubuh terkadang menggelikan membayangkan hal seperti ini bisa terjadi antara orang yang secara fisik lebih kecil kepada orang yang secara fisik lebih mungkin untuk melawan daripada hanya menurut laksana kerbau yang dicucuk hidungnya.</p>
<p>Saya juga ‘jebolan’ orientasi model begitu dan hingga kini saya masih belum mengerti esensi dari perlakuan mereka yang sangat semi militeris kepada saya (yang syukurnya tidak saya teruskan kepada junior-junior saya. Sedikit usaha memutus mata rantai kekejaman mental bermoduskan senioritas yang sepertinya belum terlalu berhasil).</p>
<p>‘Menghancurkan’ mental anak-anak baru tamat yang akan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi lagi sepertinya remeh dan menyenangkan bagi senior yang melakukan. Gerbang dunia akademis yang katanya bergelimang pendidikan itu ternyata anak tangganya di huni oleh senior-senior yang galak-galak di awal yang katanya perlu berlaku demikian demi keakraban dan membangun tali silaturrahmi antar senior – junior, selain untuk kembali ‘membangun’ mental-mental junior yang telah mereka hancurkan, injak-injak, dan maki-maki sesuka hati pada acara keakraban berupa malam api unggun atau inaugurasi, hanya dengan sesi pembalasan (kalaupun ada) atau acara jabat tangan yang diharapkan menghapus semuanya, semua &#8216;jarak&#8217; yang sudah mereka bangun sendiri, benar-benar sandiwara dadakan yang sebenar-benar dadakan. Membentuknya sesuai dengan doktrin kebenaran dan kebaikan versi mereka sendiri. Kalau mau mengakrabkan diri kenapa membentak-bentak? Kalau untuk adaptasi kenapa teriak-teriak? Kalau ingin serasi kenapa memaki-maki? Kalau ingin mengajari kenapa acungkan itu telunjuk punya jari? Saya jadi bingung sendiri.</p>
<p>Sekiranya saya diberi wewenang untuk merumuskan apa yang akan dilakukan dalam rangka menghapus ‘gap’ junior-senior ini, berikut yang akan saya lakukan :</p>
<p>#. Cari senior berperilaku paling terpuji dengan      tutur kata paling berani dan dengan tampang paling tidak bikin ngeri untuk      meladeni pertanyaan para ‘santri-santri’ yang haus akan informasi seputar      kampus tercintanya ini. Termasuk masalah-masalah teknis pengisian KRS atau      apapun yang bersifat baru bagi mereka.</p>
<p>#. Satu grup beranggotakan sekitar 10-15 orang akan dibawa      keliling tour seputar kampus dengan satu orang senior berpengetahuan      memadai sebagai guide sembari memperkenalkan sejarah kampus, masa lalu      yang kelam maupun yang tidak, yang boleh dilakukan dan jangan dilakukan,      dimana tempat buang air kecil yang lebih nyaman selain toilet bau pesing      atau pohon yang ada disamping, kemana harus cari ‘pendamping’ selain      senior bertampang ‘genting’ yang tak henti-hentinya mencoba gahar sambil      tebar pesona yang alakadarnya itu.</p>
<p>#. Untuk sesi ‘Non Teknis’ akan dipimpin oleh senior yang      punya kemampuan ‘lebih’ daripada yang lain. Kemampuan ini begitu      menakjubkan hingga sampai saat ini telah berhasil meloloskan banyak      sarjana-sarjana dengan otak kosong dan moral melompong namun tetap bisa      sukses berhasil membawa pulang Ijazah. &#8216;Skill&#8217; non teknis ini antara lain :</p>
<p>- Kemampuan melakukan pendekatan personal kepada pihak yang berwenang. Melakukan bujukan-bujukan untuk memuluskan keinginan.</p>
<p>- Tips-tips yang bisa diterapkan kepada karyawan di jurusan untuk ‘mencuci’ absensi, berapa harga yang ditawarkan, kapan menawarkannya, dan bagaimana melakukan negosiasi.</p>
<p>- Berapa nominal yang realistis disodorkan kepada dosen untuk mendapatkan nilai tertentu, sehalus mungkin hingga beliau tidak tersinggung dan terkesan ini serupa penyuapan kelas ikan teri yang masih bisa ditangkal idealisme, sekaligus tidak merusak pasar dengan harga yang terlalu tinggi.</p>
<p>- Apa yang dilakukan untuk ‘menggiring’ dosen mengungkapkan apa yang diinginkannya sehingga mahasiswa bisa berhemat waktu menyusun skripsi dikala akan selesai nanti.</p>
<p>Dan bermacam ragam tips and tricks guna menyiasati dunia pendidikan yang semakin tidak mampu mengenali mana orang pintar yang sebenarnya dan mana orang yang ahli manipulasi.</p>
<p>Wahai kakak-kakak senior, tidakkah kalian ingin menyambut adik-adik kelas kalian ini dengan senyum selamat datang yang mencerahkan hari-hari yang memang semakin tidak gampang bagi mereka? tidakkah kalian ingin membantu mereka menapaki tebing perkuliahan ini dengan membimbing mereka ke arah kebaikan setulus hati? atau semua ini hanya sesuatu yang klise yang lebih &#8216;asik&#8217; untuk ditertawakan, diinjak-injak hingga akhirnya yang paling baik adalah yang terjadi saat itu dan yang paling benar adalah yang paling tidak sukar?</p>
<p>Sedikit ulasan tentang dunia perkuliahan di Indonesia saat ini, benar-benar bikin mulas! Oh.. maafkan saya yang menggeneralisir, mungkin tidak semua, mudah-mudahan masih ada yang tidak bersemangat Industrialis, transaksi perdagangan yang berselimutkan pendidikan, jual beli dengan harga yang disepakati demi selembar Ijazah sebagai komoditi. Kamuflase yang sungguh hebat!</p>
<p>Kalau diawal sudah se-traumatis ini, kisah selanjutnya ya silahkan anda teruskan sendiri. Mungkin anda sudah mengalami layaknya saya, yang harus bermanuver laksana jet tempur, meliuk-liuk kesana kemari menghadapi pergaulan sosial-akademis yang tidak gampang di dunia perkuliahan, terutama bagi mahasiswa berkantong cekak berkendaraan angkot yang punya cita-cita setinggi langit. Hanya bagian dari minoritas yang punya prioritas..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fadlunm.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fadlunm.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fadlunm.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fadlunm.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fadlunm.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fadlunm.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fadlunm.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fadlunm.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fadlunm.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fadlunm.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fadlunm.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fadlunm.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fadlunm.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fadlunm.wordpress.com/82/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadlunm.wordpress.com&amp;blog=7012012&amp;post=82&amp;subd=fadlunm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fadlunm.wordpress.com/2009/08/18/ospek-oh-ospek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0cc60cd7c257c801e21ba662040b5187?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fadlunm</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ayo Merokok</title>
		<link>http://fadlunm.wordpress.com/2009/08/13/ayo-merokok/</link>
		<comments>http://fadlunm.wordpress.com/2009/08/13/ayo-merokok/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Aug 2009 06:09:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlunm</dc:creator>
				<category><![CDATA[Collectibles..]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fadlunm.wordpress.com/?p=84</guid>
		<description><![CDATA[Indahnya Kebersamaan Buat temen istirahat abis olahraga &#8216;Cool&#8217; guna menggaet lawan jenis Kreatifitas &#8216;Tinggi&#8217; Last but not least : ampuh membunuh serangga Fogging &#8216;Kecoa&#8217; Yang Dijamin Ampuh!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadlunm.wordpress.com&amp;blog=7012012&amp;post=84&amp;subd=fadlunm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Indahnya Kebersamaan</p>
<div id="attachment_85" class="wp-caption alignnone" style="width: 410px"><img class="size-full wp-image-85" title="Tiap Tahunnya Sekitar 57.000 Jiwa Manusia Berhasil Rame-Rame Berhenti Merokok Disini. Mau Bergabung" src="http://fadlunm.files.wordpress.com/2009/08/tiap-tahunnya-sekitar-57-000-jiwa-manusia-berhasil-rame-rame-berhenti-merokok-disini-mau-bergabung.jpg?w=418" alt="Tiap Tahunnya Sekitar 57.000 Jiwa Manusia Berhasil Rame-Rame Berhenti Merokok Disini. Mau Bergabung?"   /><p class="wp-caption-text">Tiap Tahunnya Sekitar 57.000 Jiwa Manusia Berhasil Rame-Rame Berhenti Merokok Disini. Mau Bergabung?</p></div>
<p>Buat temen istirahat abis olahraga</p>
<div id="attachment_87" class="wp-caption alignnone" style="width: 410px"><img class="size-full wp-image-87" title="Low Tar how come still Heavy Breath??" src="http://fadlunm.files.wordpress.com/2009/08/cid_025d01c90febc2b2d1c0a82aa8c0asiasharp.jpg?w=418" alt="Low Tar how come still Heavy Breath??"   /><p class="wp-caption-text">Low Tar how come still Heavy Breath??</p></div>
<p>&#8216;Cool&#8217; guna menggaet lawan jenis</p>
<div id="attachment_96" class="wp-caption alignnone" style="width: 428px"><img class="size-full wp-image-96" title="What's Up Dude?" src="http://fadlunm.files.wordpress.com/2009/08/cid_008901c61a3b243a7000010b1aacit1.jpg?w=418&#038;h=621" alt="Can U do this Dear.. OOooo.." width="418" height="621" /><p class="wp-caption-text">Can U do this Dear.. OOooo..</p></div>
<p>Kreatifitas &#8216;Tinggi&#8217;</p>
<div id="attachment_89" class="wp-caption alignnone" style="width: 410px"><img class="size-full wp-image-89" title="Dengan Modal 4000 Zat Kimia Beracun Dalam Sebatang Rokok, Pakai Semua Cara Buat Membangun Pabrik Kimia Pribadimu" src="http://fadlunm.files.wordpress.com/2009/08/dengan-modal-4000-zat-kimia-beracun-dalam-sebatang-rokok-pakai-semua-cara-buat-membangun-pabrik-kimia-pribadimu.jpg?w=418" alt="Dengan Modal 4000 Zat Kimia Beracun Dalam Sebatang Rokok, Pakai Semua Cara Buat Membangun Pabrik Kimia Pribadimu. Tanya Kenapa?"   /><p class="wp-caption-text">Dengan Modal 4000 Zat Kimia Beracun Dalam Sebatang Rokok, Pakai Semua Cara Buat Membangun Pabrik Kimia Pribadimu. Tanya Kenapa?</p></div>
<p>Last but not least : ampuh membunuh serangga</p>
<div class="mceTemp">
<dl class="wp-caption alignnone">
<dt class="wp-caption-dt"><img class="size-full wp-image-90" title="Please Pay F#ck#ng Really-Really Good Attention!" src="http://fadlunm.files.wordpress.com/2009/08/att00018.jpg?w=418" alt="Cara Membunuh 'Kecoa' Yang Dijamin Ampuh!"   /> Fogging &#8216;Kecoa&#8217; Yang Dijamin Ampuh!</dt>
</dl>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fadlunm.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fadlunm.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fadlunm.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fadlunm.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fadlunm.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fadlunm.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fadlunm.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fadlunm.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fadlunm.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fadlunm.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fadlunm.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fadlunm.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fadlunm.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fadlunm.wordpress.com/84/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadlunm.wordpress.com&amp;blog=7012012&amp;post=84&amp;subd=fadlunm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fadlunm.wordpress.com/2009/08/13/ayo-merokok/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0cc60cd7c257c801e21ba662040b5187?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fadlunm</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fadlunm.files.wordpress.com/2009/08/tiap-tahunnya-sekitar-57-000-jiwa-manusia-berhasil-rame-rame-berhenti-merokok-disini-mau-bergabung.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Tiap Tahunnya Sekitar 57.000 Jiwa Manusia Berhasil Rame-Rame Berhenti Merokok Disini. Mau Bergabung</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fadlunm.files.wordpress.com/2009/08/cid_025d01c90febc2b2d1c0a82aa8c0asiasharp.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Low Tar how come still Heavy Breath??</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fadlunm.files.wordpress.com/2009/08/cid_008901c61a3b243a7000010b1aacit1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">What's Up Dude?</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fadlunm.files.wordpress.com/2009/08/dengan-modal-4000-zat-kimia-beracun-dalam-sebatang-rokok-pakai-semua-cara-buat-membangun-pabrik-kimia-pribadimu.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Dengan Modal 4000 Zat Kimia Beracun Dalam Sebatang Rokok, Pakai Semua Cara Buat Membangun Pabrik Kimia Pribadimu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fadlunm.files.wordpress.com/2009/08/att00018.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Please Pay F#ck#ng Really-Really Good Attention!</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dasi dan Gaji</title>
		<link>http://fadlunm.wordpress.com/2009/08/11/dasi-dan-gaji/</link>
		<comments>http://fadlunm.wordpress.com/2009/08/11/dasi-dan-gaji/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Aug 2009 07:50:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlunm</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reality Check.!]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fadlunm.wordpress.com/?p=75</guid>
		<description><![CDATA[Kepada saudara-saudaraku sekalian, mohon jangan identik-kan dasi yang saya kenakan ini dengan besarnya nominal uang yang saya terima sebagai balasan setelah mengenakannya selama sebulan. Saya ini hanya buruh pabrik uang yang memang sehari-harinya dituntut untuk mengenakan dasi sembari menangani uang. Bukan mencetak dan membawa pulang, namun hanya distribusi terima dari orang lain dan beri ke [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadlunm.wordpress.com&amp;blog=7012012&amp;post=75&amp;subd=fadlunm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kepada saudara-saudaraku sekalian, mohon jangan identik-kan dasi yang saya kenakan ini dengan besarnya nominal uang yang saya terima sebagai balasan setelah mengenakannya selama sebulan. Saya ini hanya buruh pabrik uang yang memang sehari-harinya dituntut untuk mengenakan dasi sembari menangani uang. Bukan mencetak dan membawa pulang, namun hanya distribusi terima dari orang lain dan beri ke orang yang lainnya lagi. Yang saya maksudkan adalah uang dalam jumlah banyak dan sangat banyak (menurut saya), hingga milyaran mungkin, atau jumlah uang yang hanya bisa anda bayangkan untuk anda miliki setelah anda bekerja membanting tulang memeras keringat untuk 3x masa pensiun.</p>
<p>Anda bingung dengan uraian saya? mari saya ceritakan dengan lebih rinci. Biasanya dalam satu kali kehidupan anda akan bekerja satu kali hingga mencapai usia pensiun atau pensiun dini. Sangatlah jarang sekali seorang individu bisa mencapai masa pensiun 3x di dalam satu kali periode kehidupan ini, pensiun dalam arti sesungguhnya, bukan PHK, dipecat atau mengundurkan diri. Untuk bisa mengumpulkan uang sebanyak yang saya urusi sehari-hari, maka anda perlu bekerja mengais-ngais uang hingga pensiun, mati, hidup kembali dan mulai bekerja menerima gaji lagi hingga mati, hidup kembali dan bekerja kembali mengumpulkan uang hingga tercapai keinginan anda memiliki uang sebanyak yang saya tangani setiap harinya (itu kalau penghasilan anda &#8216;sebanyak&#8217; yang saya terima saat ini).</p>
<p>Cukup uraian membingungkan tentang bagaimana caranya mengumpulkan uang sebanyak uang yang saya pegang-pegang tiap hari. Kembali ke masalah dasi. Bersama dasi ini datang pula jabatan dan bersama jabatan ikut pula satu penumpang yang menyebalkan yang saya sebut gengsi. Gengsi bawaan jabatan yang tidak pernah saya inginkan ini benar-benar memusingkan kepala menjengkelkan hati. Bagi orang awam yang melihat jabatan saya dan dasi yang saya kenakan ini maka hampir dipastikan akan berasumsi jauh setinggi langit tentang penghasilan, gaya hidup dan yang lain-lainnya yang menjelaskan tentang diri saya. Bagian yang memusingkan adalah ketika terjadi benturan kepentingan, terutama yang menyangkut masalah finansial. Ekspektasi masyarakat awam akan kemampuan saya seringkali malah melemahkan jiwa saya. Mereka tidak akan percaya jika saya adalah tidak jauh berbeda dengan mereka, terutama dalam hal penghasilan dan pengeluaran. Uang di rekening saya juga tak pernah memenuhi kolom saldo, masih banyak ruang kosong di sana yang menandakan bahwa saya ini orang yang berkantong pas-pasan juga. Hutang dan cicilan juga menjerat saya dari pinggang ke leher. Namun sekali lagi dasi saya menyilaukan pandangan mereka. Sikap mereka mencerminkan kalau saya ini sedang merendahkan diri, yang berujung pada semakin menaiknya respek mereka terhadap saya, rasa hormat yang sama sekali tidak pada tempatnya. Ini membingungkan, Mereka terlalu kagum pada &#8216;Image&#8217; saya, bukan pada saya. Saya yang berteriak-teriak lantang menjelaskan siapa dan bagaimana sebenernya saya malah terlihat &#8216;megah&#8217; bagi mereka.</p>
<p>&#8220;Ini saya sedang klarifikasi tentang eksistensi saya disini, bukan sedang menghibur anda-anda semua!&#8221;</p>
<p>Mereka tidak menyadari bahwa pengharapan mereka saya injak-injak di dalam hati demi kesetaraan dan kesepadanan terhadap mereka dan ini malah semakin memperkeruh suasana, sepertinya. Maka bertambahlah mumet kepala saya.</p>
<p>Bagaimana dengan anda, saudara? apakah anda diperlakukan berdasarkan pada apa yang anda kenakan?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fadlunm.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fadlunm.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fadlunm.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fadlunm.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fadlunm.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fadlunm.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fadlunm.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fadlunm.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fadlunm.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fadlunm.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fadlunm.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fadlunm.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fadlunm.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fadlunm.wordpress.com/75/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadlunm.wordpress.com&amp;blog=7012012&amp;post=75&amp;subd=fadlunm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fadlunm.wordpress.com/2009/08/11/dasi-dan-gaji/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0cc60cd7c257c801e21ba662040b5187?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fadlunm</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Not FAQ Kebal Kebul</title>
		<link>http://fadlunm.wordpress.com/2009/08/07/not-faq-kebal-kebul/</link>
		<comments>http://fadlunm.wordpress.com/2009/08/07/not-faq-kebal-kebul/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Aug 2009 08:53:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlunm</dc:creator>
				<category><![CDATA[_Me_And_My_Bacot!_]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fadlunm.wordpress.com/?p=55</guid>
		<description><![CDATA[Q : &#8220;Selamat pagi..&#8221; A : &#8220;Selamat pagi..&#8221; Q : &#8220;Sebelumnya saya ingin tegaskan kalau sesi kita tidak akan terbatas. Saya akan berhenti bertanya ketika sudah tidak ada yang akan ditanyakan atau saya sudah lelah bertanya, dengan tidak menutup kemungkinan bahwa sesi ini akan berlanjut bila saya menginginkan. Anda keberatan?&#8221; A : &#8220;Silahkan, saya dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadlunm.wordpress.com&amp;blog=7012012&amp;post=55&amp;subd=fadlunm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Q : &#8220;Selamat pagi..&#8221;</strong></p>
<p>A : &#8220;Selamat pagi..&#8221;</p>
<p><strong>Q : &#8220;Sebelumnya saya ingin tegaskan kalau sesi kita tidak akan terbatas. Saya akan berhenti bertanya ketika sudah tidak ada yang akan ditanyakan atau saya sudah lelah bertanya, dengan tidak menutup kemungkinan bahwa sesi ini akan berlanjut bila saya menginginkan. Anda keberatan?&#8221;</strong></p>
<p>A : &#8220;Silahkan, saya dengan senang hati akan menjawab. Bahasan kita ini adalah hidup saya. Bagaimana mungkin saya akan bosan?&#8221;</p>
<p><strong>Q : &#8220;Baiklah, bisa kita mulai?&#8221;</strong></p>
<p>A : &#8220;Mari..&#8221;</p>
<p><strong>Q : &#8220;Pertama-tama dan yang utama. Kenapa asap?&#8221;</strong></p>
<p>A : &#8220;Hahaha.. Kenapa tidak? bisnis ini amat sangat menguntungkan, maksud saya dari hulu ke hilir. Bisnis ini juga telah berhasil mendudukkan pemiliknya ke jajaran orang terkaya di Indonesia, dunia bahkan. Kalau boleh dikatakan, satu-satunya yang tidak memperoleh keuntungan dari bisnis ini ya konsumennya. Tapi mereka terlalu lena atau sibuk untuk menyadarinya. Sementara kami terus menerus memanipulasi benak mereka agar percaya kalau produk kami ini tidak apa-apa malah cenderung keren dan berkelas. Ada image yang mati-matian kami rekatkan pada setiap produknya. Ada buat eksekutif muda, orang kaya raya, lelaki sejati, remaja yang gaul, generasi yang kreatif, biker, pemberontak, lelaki sejati, petualang, dan bermacam ragam image lain yang terus menerus kami kembangkan, sesuai dengan selera pasar. Tentunya selera akan image yang sedang dicari-cari terutama oleh konsumen kami yang sedang mencari jati diri, bukan akan produk kami. Dengan begitu akan tertanam perspektif ngawur kalau mau mencitrakan diri anda akan sesuatu, carilah produk yang pas dengan selera anda. Konsep yang brilian bukan?&#8221;</p>
<p><strong>Q : &#8220;Menurut anda kesuksesan industri kebul ini tepatnya berkat siapa?&#8221;</strong></p>
<p>A : &#8220;Kami satu tim yang solid, mulai dari orang produksi di pabrik, distribusi hingga marketing bekerja dengan sangat keras dan cerdas. Mereka orang-orang pilihan dan kami menerapkan standar yang tinggi untuk perekrutan mereka, termasuk urusan gaji yang serta merta dibalas dengan loyalitas yang tinggi pula. Semuanya sepadan. Maka dari itu ini adalah kerjasama tim, semua orang berjasa, termasuk konsumen kami.&#8221;</p>
<p><strong>Q : &#8220;Hubungan dengan pemerintah?&#8221;</strong></p>
<p>A : &#8220;Sejauh ini segelintir mulai mengkampanyekan produk kami secara jujur dengan menerapkan perda yang melarang konsumsi produk kami di muka publik. Demi kebaikan bersama katanya, menjaga kesehatan. Tapi itu tidak berlangsung lama, terlalu banyak yang tidak peduli. Penegakan hukumnya juga setengah-setengah. Lagipula mayoritas mereka yang menduduki posisi yang menentukan itu diam-diam juga konsumen setia kami. Dibalik sumbangan cukai mereka bersembunyi. Padahal di pasar gelap banyak juga beredar cukai palsu.&#8221;</p>
<p><strong>Q : &#8220;Ada masalah setelah cukai dinaikkan beberapa saat kemaren?&#8221;</strong></p>
<p>A : &#8220;Sama sekali tidak. Customer kami adalah konsumen dari hati. Customer base kami juga semakin bertambah dan beragam, mulai dari simpanse (ya benar simpanse! terkadang orang utan juga) hingga pejabat bersafari, orang gila juga. Pernah anda temukan produk dengan range konsumen sepanjang yang kami punya? Mereka loyal, produk kami prioritas nomer dua setelah makanan. Sedikit penurunan penjualan tidak masalah. Kami juga dengan sangat hati-hati menyesuaikan harga dan kriteria produk kami hingga seolah-olah terjangkau oleh kantong-kantong yang tipis dan masuk akal bagi otak-otak yang cetek itu. Baik itu dengan memperkecil ukuran atau kemasan yang semakin keren dan berkelas dengan isi yang semakin sedikit.&#8221;</p>
<p><strong>Q : &#8220;Pernah terpikir meninjau ulang bisnis ini, demi kemanusiaan mungkin?&#8221;</strong></p>
<p>A : &#8220;Kami ini cuma sekumpulan orang yang sedang berbisnis. Masih banyak bisnis lain yang lebih kejam namun luput dari radar karena biasanya juga tidak legal. Untungnya kami resmi, dilindungi undang-undang dan memiliki kekuatan hukum. Diakui oleh pemerintah dan dikonsumsi oleh rakyatnya. Industri yang memayungi kami tidak melihat ini dari sisi kemanusiaan. Perspektif kami dijaga sedemikian rupa hingga kami tetap bisa tidur dengan lelap pada malam hari, walaupun mungkin di seberang sana konsumen kami beramai-ramai terbatuk-batuk dalam tidurnya berkat produk kami. Selama masih menguntungkan akan terus kami garap. Semua orang maklum akan hal itu. Orientasi kami adalah keuntungan, bukan kebaikan. Namun demikian demi Public Relation yang baik, kami juga memiliki program-program CSR yang &#8216;murah hati&#8217;. Sebahagian besar berupa beasiswa. Menakjubkan bukan? dari hasil jerih payah mengasapi paru-paru berjuta-juta anak bangsa untuk seolah-olah segelintir beasiswa bagi anak bangsa juga. Padahal sebahagian besarnya untuk mengasapi dapur kami-kami ini yang berkecimpung di bisnis ini, mengasapi mobil-mobil kami yang setiap hari lalu lalang di jalanan, yang asapnya juga menghiasi langit-langit hitam kita ini. Lalu kami dipandang sebagai perusahaan bergengsi yang &#8216;bertanggung-jawab&#8217; kepada bangsa dan negaranya. Alangkah menakjubkannya Bisnis ini.&#8221;</p>
<p><strong>Q : &#8220;Menurut anda sekiranya efek yang ditimbulkan produk anda lebih cepat dirasakan konsumen anda, masihkan produk anda laris manis seperti sekarang ini?&#8221;</strong></p>
<p>A : &#8220;Tergantung dari sikap pemerintah akan hal ini. Sekiranya dibiarkan, kami yakin masih bisa menjaga loyalitas konsumen kami sekaligus membuka pasar baru bagi produk kami. Hal ini sudah terbukti dari beberapa kali dikeluarkannya himbauan untuk mengurangi konsumsi produk kami, bahkan di setiap kemasan sudah diberi peringatan pemerintah yang sekiranya dibaca dengan sungguh-sungguh mungkin ada artinya, tapi kenyataannya justru kami berhasil memperteguh keyakinan konsumen kami akan tidak apa-apanya produk kami.</p>
<p><strong>Q : &#8220;Jenis produk anda dan image yang dibawanya, sejauh mana kaitan dua hal ini dalam mendongkrak penjualan?&#8221;</strong></p>
<p>A : &#8220;Sebenarnya image yang direkatkan itu hanya <a title="click for more details" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Gimmick" target="_blank">gimmick</a> yang kami gunakan untuk memanipulasi pemikiran konsumen kami akan apa yang sesungguhnya kami jual. Dengan produk yang sedemikian &#8216;berbahaya&#8217;, kami tidak terlalu punya banyak pilihan metode untuk memasarkan produk kami. Image &#8211; hingga saat ini, terutama di Indonesia masih menjadi &#8216;kendaraan&#8217; yang paling sesuai. Mengingat masih emosionalnya rakyat Indonesia, kami bisa bermain disitu. Dengan &#8216;kendaraan&#8217; yang sesuai, hampir apapun akan laku dijual, konten tidak menjadi masalah selama kemasannya memikat. Bermacam cara sudah kami lakukan untuk mendukung metode ini, mulai dari memasukkan adegan orang yang sedang menggunakan produk kami pada film-film yang mereka tonton, papan iklan yang menawan disepanjang jalan, di toko, supermarket, warung, dinding-dinding, dimanapun lokasi yang memungkinkan. Meskipun iklan di televisi mulai dibatasi tapi kami tidak menyia-nyiakan slot tayangan yang ada, silahkan dilihat sendiri berapa banyak iklan kami yang berkejaran ditayangkan pada malam hari, terutama pada tayangan-tayangan dengan rating tinggi.</p>
<p><strong>Q : &#8220;Olahraga dan musik, kaitannya dengan produk anda?&#8221;</strong></p>
<p>A : &#8220;Tidak jauh-jauh dari image. Belakangan ini dengan semakin menyempitnya ruang gerak kami pada tayangan televisi, kami tidak bisa tayang tunggal pada jam-jam &#8216;keluarga&#8217;. Namun kami bisa mensponsori acara yang digandrungi atau terlihat keren terutama pada pemakai pemula atau keluarga, guna membangun kepercayaan diri mereka untuk menggunakan produk kami. Seringnya logo kami muncul dimana-mana. Tanpa disadari ini bagian dari &#8216;hipnotis&#8217; massal yang kami lakukan. Alam bawah sadar konsumen kami akan merasa &#8216;nyaman&#8217; dengan terlihatnya logo atau merek produk kami dimana-mana, apalagi bila <a title="Ini contohnya:Jilbab mewakili agama, dia punya nama mewakili imagenya, produk kami dihisapnya." href="http://ndorokakung.com/2008/06/26/zaskia-pecas-ndahe-2/" target="_blank">sedang dikonsumsi</a> oleh tokoh atau orang ternama, lebih baik lagi dari kalangan agama. Ini akan memunculkan &#8216;pembelaan&#8217; yang semakin menguatkan posisi produk kami di pasar, mengacu dari digunakannya produk kami oleh oknum-oknum tersebut. Ini juga baik bagi calon konsumen kami yang prospektif.</p>
<p><strong>Q : &#8220;Menurut anda berapa lama bisnis ini bisa bertahan?&#8221;</strong></p>
<p>A : &#8220;Wah.. kalau anda minta angka, silahkan anda lihat history perusahaan kami dan perusahaan-perusahaan sejenis yang menelurkan produk yang sama. Kami bisa bertahan sekian lama dan terus berkembang. Ruang gerak kami sedikit dibatasi di negara-negara maju belakangan ini seiring dengan semakin &#8216;pintar&#8217;nya warga negaranya dan bertambahnya kesadaran pemerintahnya akan produk kami dan efek yang ditimbulkannya, sekarang dan nanti. Tapi tidak usah cemas, kami selalu bisa bermanuver untuk menjaga kelangsungan hidup bisnis ini. Anda mungkin masih ingat bagaimana kami mencetuskan produk low tar low nikotin hingga mendongkrak penjualan kami dengan sangat gemilang. Walaupun sebenarnya dibelakang itu yang melatarbelakanginya adalah anjuran untuk hidup lebih sehat lagi dan kampanye anti asap rokok. Konsumen kami mulai berpikir untuk &#8216;lebih sehat&#8217; lagi dan memilih produk dengan low tar low nikotin. Fakta yang tidak mereka ketahui adalah bahwasannya bagi konsumen yang terbiasa dengan kadar nikotin tertentu belum akan merasa puas sebelum kadar tersebut terpenuhi. Hal ini berujung pada meningkatnya konsumsi diiringi dengan keyakinan konsumen yang berasumsi bahwa ia telah memilih jalan yang &#8216;lebih sehat&#8217;.</p>
<p><strong>Q : &#8220;Negara yang masih berlampu &#8216;hijau&#8217; bagi bisnis anda?&#8221;</strong></p>
<p>A : &#8220;Setakat ini Indonesia dan Cina. Kedua negara ini terlalu besar dengan carut marut himpitan masalah internal yang bertubi-tubi yang seringkali tidak mereka sadari hingga penduduk maupun pemerintahnya akan terlalu sibuk untuk membangun kesadaran akan apa yang dikonsumsinya. Generasi mudanya juga kurang mendapat bimbingan melewati masa pencarian jati dirinya hingga dengan mudahnya kami giring ke dalam propaganda kami. Mereka-mereka ini adalah garda depan produk kami. Ibarat pistol yang telah meletuskan pelurunya, sang peluru tidak akan berhenti kecuali seseorang sudah terluka. Butuh kekuatan yang sangat besar untuk menghentikannya. Yang mengantarkan peluru ini bagi produk kami adalah candu yang ada dalam nikotin, hehehe.. maafkan dramatisasi saya.</p>
<p><strong>Q : &#8220;Nikotin?&#8221;</strong></p>
<p>A : &#8220;Ya, nikotin. Sangat membantu kami menjaga konsumen-konsumen kami tetap setia pada produk kami. Sangat jarang ditemukan orang yang mampu melawan kecanduannya akan nikotin kecuali akibatnya sudah didepan mata atau berkesadaran penuh untuk mengubah hidupnya dan hidup orang-orang disekitarnya. Kecanduan ini tidak serta merta menghilangkan kesadaran, justru seolah-olah secara sadar merasa ada yang kurang hingga terpenuhinya apa yang dicandu. Kami hanya perlu menyediakan produk kami sedekat mungkin hingga dengan begitu mudahnya dijangkau setiap kali terbit keinginan atau terpikir untuk mencoba. Sisanya &#8216;Special Agent&#8217; kami akan bekerja dari dalam menghasut konsumen kami untuk kembali dan kembali lagi mengkonsumsi produk kami.&#8221;</p>
<p><strong>Q : &#8220;Musuh utama bisnis anda?&#8221;</strong></p>
<p>A : &#8220;<a href="http://www.rezagunawan.com/?p=318" target="_blank">Kesadaran, rumah sakit dan kematian</a>. Tiga faktor ini sangat kuat mempengaruhi bahkan mengeluarkan konsumen kami dari daftar penyumbang permanen profit perusahaan kami. Loyalitas akan hancur jika salah satu hal tersebut menimpa konsumen kami.&#8221;</p>
<p><strong>Q : &#8220;Bisa ceritakan sedikit tentang produk anda?&#8221;</strong></p>
<p>A : &#8220;Baiklah.. Guna menjaga objektivitas saya bertutur, ada baiknya saya kutip penjelasan dari situs ensiklopedi ternama dan kepercayaan saya selama ini, silahkan diikuti :</p>
<blockquote>
<h1 id="firstHeading"><a title="#$@%#$$@#%@^" href="http://wadehel.wordpress.com/2006/09/23/rokok-bikin-kita-masuk-surga/" target="_blank">Rokok</a></h1>
<h3 id="siteSub">Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas</h3>
<p><!-- start content --></p>
<div>
<div style="width:182px;"><a title="Dua batang rokok." href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Cigarette.jpg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/8/8d/Cigarette.jpg/180px-Cigarette.jpg" alt="" width="180" height="176" /></a></div>
</div>
<p><strong>Rokok</strong> adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 <a title="Milimeter" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Milimeter">mm</a> (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun <a title="Tembakau" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tembakau">tembakau</a> yang telah dicacah. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung lain.</p>
<p>Rokok biasanya dijual dalam bungkusan berbentuk kotak atau kemasan <a title="Kertas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kertas">kertas</a> yang dapat dimasukkan dengan mudah ke dalam kantong. Sejak beberapa tahun terakhir, bungkusan-bungkusan tersebut juga umumnya disertai pesan kesehatan yang memperingatkan perokok akan bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan dari merokok, misalnya <a title="Kanker paru-paru" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kanker_paru-paru">kanker paru-paru</a> atau <a title="Serangan jantung" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Serangan_jantung">serangan jantung</a>(walapun pada kenyataanya itu hanya tinggal hiasan, jarang sekali dipatuhi).</p>
<p>Manusia di dunia yang merokok untuk pertama kalinya adalah suku bangsa Indian di Amerika, untuk keperluan ritual seperti memuja dewa atau roh. Pada abad 16, Ketika bangsa Eropa menemukan benua Amerika, sebagian dari para penjelajah Eropa itu ikut mencoba-coba menghisap rokok dan kemudian membawa tembakau ke Eropa. Kemudian kebiasaan merokok mulai muncul di kalangan bangsawan Eropa. Tapi berbeda dengan bangsa Indian yang merokok untuk keperluan ritual, di Eropa orang merokok hanya untuk kesenangan semata-mata. Abad 17 para pedagang Spanyol masuk ke Turki dan saat itu kebiasaan merokok mulai masuk negara-negara Islam.</p>
<p>Telah banyak riset yang membuktikan bahwa rokok sangat menyebabkan kecanduan, disamping menyebabkan banyak tipe <a title="Kanker" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kanker">kanker</a>, <a title="Penyakit jantung" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Penyakit_jantung">penyakit jantung</a>, <a title="Penyakit pernapasan (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Penyakit_pernapasan&amp;action=edit&amp;redlink=1">penyakit pernapasan</a>, <a title="Penyakit pencernaan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Penyakit_pencernaan">penyakit pencernaan</a>, efek buruk bagi kelahiran, dan <a title="Emfisema (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Emfisema&amp;action=edit&amp;redlink=1">emfisema</a>.</p>
<h2><span>Jenis rokok</span></h2>
<p><strong>Rokok</strong> dibedakan menjadi beberapa jenis. Pembedaan ini didasarkan atas <a title="Bahan pembungkus rokok (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bahan_pembungkus_rokok&amp;action=edit&amp;redlink=1">bahan pembungkus rokok</a>, <a title="Bahan baku atau isi rokok (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bahan_baku_atau_isi_rokok&amp;action=edit&amp;redlink=1">bahan baku atau isi rokok</a>, <a title="Proses pembuatan rokok (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Proses_pembuatan_rokok&amp;action=edit&amp;redlink=1">proses pembuatan rokok</a>, dan <a title="Penggunaan filter pada rokok (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Penggunaan_filter_pada_rokok&amp;action=edit&amp;redlink=1">penggunaan filter pada rokok</a>.</p>
<p>Rokok berdasarkan bahan pembungkus.</p>
<ul>
<li><a title="Klobot (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Klobot&amp;action=edit&amp;redlink=1">Klobot</a>: rokok yang bahan pembungkusnya berupa daun jagung.</li>
<li><a title="Kawung" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kawung">Kawung</a>: rokok yang bahan pembungkusnya berupa daun aren.</li>
<li><a title="Sigaret" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sigaret">Sigaret</a>: rokok yang bahan pembungkusnya berupa kertas</li>
<li><a title="Cerutu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cerutu">Cerutu</a>: rokok yang bahan pembungkusnya berupa daun tembakau.</li>
</ul>
<p>Rokok berdasarkan bahan baku atau isi.</p>
<ul>
<li><a title="Rokok Putih (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rokok_Putih&amp;action=edit&amp;redlink=1">Rokok Putih</a>: rokok yang bahan baku atau isinya hanya daun <a title="Tembakau" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tembakau">tembakau</a> yang diberi <a title="Saus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Saus">saus</a> untuk mendapatkan efek rasa dan aroma tertentu.</li>
<li><a title="Rokok Kretek (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rokok_Kretek&amp;action=edit&amp;redlink=1">Rokok Kretek</a>: rokok yang bahan baku atau isinya berupa daun tembakau dan <a title="Cengkeh" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cengkeh">cengkeh</a> yang diberi saus untuk mendapatkan efek rasa dan aroma tertentu.</li>
<li>Rokok Klembak: rokok yang bahan baku atau isinya berupa daun tembakau, cengkeh, dan <a title="Kemenyan (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kemenyan&amp;action=edit&amp;redlink=1">kemenyan</a> yang diberi saus untuk mendapatkan efek rasa dan aroma tertentu.</li>
</ul>
<p>Rokok berdasarkan proses pembuatannya.</p>
<ul>
<li><a title="Sigaret Kretek Tangan (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sigaret_Kretek_Tangan&amp;action=edit&amp;redlink=1">Sigaret Kretek Tangan</a> (SKT): rokok yang proses pembuatannya dengan cara <a title="Digiling atau dilinting (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Digiling_atau_dilinting&amp;action=edit&amp;redlink=1">digiling atau dilinting</a> dengan menggunakan tangan dan atau alat bantu sederhana.</li>
<li><a title="Sigaret Kretek Mesin (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sigaret_Kretek_Mesin&amp;action=edit&amp;redlink=1">Sigaret Kretek Mesin</a> (SKM): rokok yang proses pembuatannya menggunakan mesin. Sederhananya, material rokok dimasukkan ke dalam <a title="Mesin pembuat rokok (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Mesin_pembuat_rokok&amp;action=edit&amp;redlink=1">mesin pembuat rokok</a>. Keluaran yang dihasilkan mesin pembuat rokok berupa rokok batangan. Saat ini mesin pembuat rokok telah mampu menghasilkan keluaran sekitar enam ribu sampai delapan ribu batang rokok per menit. Mesin pembuat rokok, biasanya, dihubungkan dengan <a title="Mesin pembungkus rokok (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Mesin_pembungkus_rokok&amp;action=edit&amp;redlink=1">mesin pembungkus rokok</a> sehingga keluaran yang dihasilkan bukan lagi berupa rokok batangan namun telah dalam bentuk <a title="Pak (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pak&amp;action=edit&amp;redlink=1">pak</a>. Ada pula mesin pembungkus rokok yang mampu menghasilkan keluaran berupa rokok dalam pres, satu <a title="Pres (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pres&amp;action=edit&amp;redlink=1">pres</a> berisi 10 pak. Sayangnya, belum ditemukan mesin yang mampu menghasilkan SKT karena terdapat perbedaan diameter pangkal dengan diameter ujung SKT. Pada SKM, lingkar <a title="Pangkal rokok (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pangkal_rokok&amp;action=edit&amp;redlink=1">pangkal rokok</a> dan lingkar <a title="Ujung rokok (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ujung_rokok&amp;action=edit&amp;redlink=1">ujung rokok</a> sama besar.</li>
</ul>
<p>Sigaret Kretek Mesin sendiri dapat dikategorikan kedalam 2 bagian :</p>
<ol>
<li>Sigaret Kretek Mesin Full Flavor (SKM FF): rokok yang dalam proses pembuatannya ditambahkan aroma rasa yang khas. Contoh: Gudang Garam Filter Internasional, Djarum Super, dll.</li>
<li>Sigaret Kretek Mesin Light Mild (SKM LM): rokok mesin yang menggunakan kandungan tar dan nikotin yang rendah. Rokok jenis ini jarang menggunakan aroma yang khas. Contoh: A Mild, Star Mild, U Mild, LA Light, Surya Slim, dll.</li>
</ol>
<p>Rokok berdasarkan penggunaan <a title="Filter (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Filter&amp;action=edit&amp;redlink=1">filter</a>.</p>
<ul>
<li><a title="Rokok Filter (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rokok_Filter&amp;action=edit&amp;redlink=1">Rokok Filter</a> (RF): rokok yang pada bagian pangkalnya terdapat <a title="Gabus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gabus">gabus</a>.</li>
<li><a title="Rokok Non Filter (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rokok_Non_Filter&amp;action=edit&amp;redlink=1">Rokok Non Filter</a> (RNF): rokok yang pada bagian pangkalnya tidak terdapat gabus.</li>
</ul>
<h1>Nikotina</h1>
<div id="contentSub">(Dialihkan dari <a title="Nikotin" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nikotin&amp;redirect=no">Nikotin</a>)</div>
<p><!-- start content --><strong>Nikotina</strong> adalah senyawa kimia organik kelompok <a title="Alkaloid" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Alkaloid">alkaloid</a> yang dihasilkan secara alami pada berbagai macam <a title="Tumbuhan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tumbuhan">tumbuhan</a>, terutama suku terung-terungan (<a title="Solanaceae" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Solanaceae">Solanaceae</a>) seperti <a title="Tembakau" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tembakau">tembakau</a> dan <a title="Tomat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tomat">tomat</a>. Nikotina berkadar 0,3 sampai 5,0% dari berat kering tembakau berasal dari hasil <a title="Metabolisme" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Metabolisme">biosintesis</a> di <a title="Akar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Akar">akar</a> dan terakumulasi di <a title="Daun" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Daun">daun</a>.</p>
<p>Nikotina merupakan racun <a title="Saraf" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Saraf">saraf</a> yang potensial dan digunakan sebagai bahan baku berbagai jenis <a title="Insektisida (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Insektisida&amp;action=edit&amp;redlink=1">insektisida</a>. Pada konsentrasi rendah, zat ini dapat menimbulkan kecanduan, khususnya pada <a title="Rokok" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rokok">rokok</a>. Nikotina memiliki daya <a title="Karsinogenik (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Karsinogenik&amp;action=edit&amp;redlink=1">karsinogenik</a> terbatas yang menjadi penghambat kemampuan tubuh untuk melawan sel-sel kanker, akan tetapi nikotina tidak menyebabkan perkembangan sel-sel sehat menjadi sel-sel kanker.</p>
<p><strong>“TAR”</strong> secara standar internasional adalah pengukuran berat material asap rokok yang mengandung racun dan bahan berbahaya lain. Umumnya apabila nilai TAR tinggi maka nafas terasa berat, sesak dan dada sakit.</p>
<p><em>One thousand Americans stop smoking every day – by dying. Indonesian? </em></p></blockquote>
<p><strong>Q : &#8220;Anda merokok?&#8221;</strong></p>
<p>A : &#8220;Tidak. Bagaimana mungkin saya merokok? Itu sama saja saya secara sadar dan perlahan-lahan bunuh diri dengan mengasapi diri saya hingga terkena penyakit dan berakhir di rumah sakit atau kuburan. Anda jangan heran, ini murni bisnis. Saya hidup dari sini bukan berarti saya hidup dengan ini.&#8221;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fadlunm.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fadlunm.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fadlunm.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fadlunm.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fadlunm.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fadlunm.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fadlunm.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fadlunm.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fadlunm.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fadlunm.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fadlunm.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fadlunm.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fadlunm.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fadlunm.wordpress.com/55/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadlunm.wordpress.com&amp;blog=7012012&amp;post=55&amp;subd=fadlunm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fadlunm.wordpress.com/2009/08/07/not-faq-kebal-kebul/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0cc60cd7c257c801e21ba662040b5187?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fadlunm</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/8/8d/Cigarette.jpg/180px-Cigarette.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>KORINE CONCEPTION</title>
		<link>http://fadlunm.wordpress.com/2009/08/07/korine-conception/</link>
		<comments>http://fadlunm.wordpress.com/2009/08/07/korine-conception/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Aug 2009 05:29:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlunm</dc:creator>
				<category><![CDATA[Thoughtful Stuff]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fadlunm.wordpress.com/?p=64</guid>
		<description><![CDATA[Kali ini tentang musik. Musik adalah masalah selera. Ditengah semakin meningkatnya kuantitas pemusik di Indonesia yang semakin populer dan ‘seragam’ ini. Diantara hujanan acara musik di televisi yang tumpah ruah memuakkan itu, kualitas menjadi barang langka. Tentu saja kualitas yang kita bicarakan disini adalah kualitas musik dari sudut pandang subjektif saya pribadi. Mungkin banyak yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadlunm.wordpress.com&amp;blog=7012012&amp;post=64&amp;subd=fadlunm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kali ini tentang musik. Musik adalah masalah selera. Ditengah semakin meningkatnya kuantitas pemusik di Indonesia yang semakin populer dan ‘seragam’ ini. Diantara hujanan acara musik di televisi yang tumpah ruah memuakkan itu, kualitas menjadi barang langka. Tentu saja kualitas yang kita bicarakan disini adalah kualitas musik dari sudut pandang subjektif saya pribadi. Mungkin banyak yang mengangguk, tidak juga sedikit yang menggeleng. Tapi tidak melulu, jika jeli melihat dan memilah, musik-musik dengan originalitas ide dan kreativitas tinggi masih sering terselip di antara riuh gempitanya dunia entertainment yang menginvasi darah seni pemusik-pemusik yang silau akan popularitas.</p>
<p>Melalui seorang <a title="Cunin_HOF!" href="http://www.myspace.com/wearehairdresser" target="_blank">teman</a>, saya ‘dipandu’ menuju <a title="One of My Favorite Bands.." href="http://www.oasisinet.com/" target="_blank">oasis</a> yang terasa begitu menyegarkan ditengah gersangnya musik-musik di negara ini. Setelah sekian lama berkiblat ke luar Indonesia untuk urusan nada-nada penghibur telinga penenang jiwa ini. Setelah betah berlama-lama bertemankan Coldplay, Rahiohead, Travis, <a href="http://royksopp.com/" target="_blank">Royksopp</a>, King of Convenience, Cranberries, Embrace, REM, Mew dan sederet daftar yang kalau saya teruskan hanya akan menambah panjang postingan saya. Kiranya saya bersua <a href="http://www.myspace.com/korineconception" target="_blank">Korine Conception</a>. Salah satu band lokal asal Medan yang ternyata setelah saya telusuri, komunitas mereka tidak bisa dikatakan kecil. Mengusung lajur Indie yang sekali- sekali mencuat ke permukaan memang sedari dulu adalah label yang rekat kepada mereka yang sedikit menelikung dari jalur orang kebanyakan. Anak-anak muda berbakat yang bahkan saya tidak kenal orangnya ini telah bersedia meneduhkan dahaga saya akan suara-suara berkualitas dan &#8216;berisi&#8217;. Mereka-mereka ini ibarat api dalam sekam yang tak akan pernah padam. Bergerilya di semak belukar blantika musik yang seolah-olah dipayungi major label yang hanya akan menaungi mereka-mereka yang banyak pendengarnya, tidak masalah konten, yang penting menjual dan menuai deretan angka yang membelalakkan mata. Kualitas bagi sekelumit orang semakin dirindu namun terlupakan bagi sebagian yang lainnya, yang mendewakan popularitas. Sialnya lagi jumlah mereka sepertinya makin hari makin membesar, makin menjengahkan. Wabah &#8216;Jual Apapun Yang Laku&#8217; sudah menjadi pandemi di negara ini hingga tidak jelas siapa pelopor siapa pengekor. Lagu-lagu sepanjang masa sudah hampir tidak ada yang mencipta. Hits satu kali untuk seumur hidup seringkali membubarkan band-band atau penyanyi yang melejit secepat kilat dan menghilang begitu saja di ketinggian. Tak pernah bisa bertahan, dengan gampangnya terlupakan. Kehilangan idekah? atau kehabisan bahan jualan? Terkadang saya bertanya dalam hati adakah mereka-mereka itu masih menikmati apa yang sedang dilakukannya? Mengulang-ulang lagu yang sama beratus-ratus kali, di 30 kota, di hampir setiap stasiun televisi, di radio-radio, di mana-mana. Tidak heran nada-nada &#8216;easy listening&#8217; yang miskin kualitas itu (masih menurut saya)  hilang begitu saja setelah digaungkan berkali-kali, ditelan suara dari mesin uang milik Industri musik yang arusnya akan meninggalkan siapa saja yang sudah tidak terkenal.</p>
<p>Saya yakin, hanya yang benar-benar bagus dan menimbulkan &#8216;trauma yang indah&#8217; yang akan bertahan.</p>
<p>Sesuatu yang lahir dari hati tentunya sampai ke hati juga. Sesuatu yang didendangkan di bibir hanya singgah di telinga.</p>
<p>Menurut anda?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fadlunm.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fadlunm.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fadlunm.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fadlunm.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fadlunm.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fadlunm.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fadlunm.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fadlunm.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fadlunm.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fadlunm.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fadlunm.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fadlunm.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fadlunm.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fadlunm.wordpress.com/64/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadlunm.wordpress.com&amp;blog=7012012&amp;post=64&amp;subd=fadlunm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fadlunm.wordpress.com/2009/08/07/korine-conception/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0cc60cd7c257c801e21ba662040b5187?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fadlunm</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>The Door That Seems To Be Opening Up</title>
		<link>http://fadlunm.wordpress.com/2009/08/03/the-door-that-seems-to-be-opening-up/</link>
		<comments>http://fadlunm.wordpress.com/2009/08/03/the-door-that-seems-to-be-opening-up/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Aug 2009 07:03:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlunm</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fadlunm.wordpress.com/?p=53</guid>
		<description><![CDATA[Sepertinya pintu dunia maya perlahan-lahan membuka dan mempersilahkanku segera masuk kedalamnya. Sementara pada waktu yang bersamaan mengancam fokus dan karirku di dunia nyata. Just for the record, I didn’t really mean ‘mengancam fokus dan karirku di dunia nyata’ in a real serious/boring way. Hanya permainan kata-kata. Bermula dari niat bertahun-tahun, berpuluh-puluh tahun yang lalu bahkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadlunm.wordpress.com&amp;blog=7012012&amp;post=53&amp;subd=fadlunm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sepertinya pintu dunia maya perlahan-lahan membuka dan mempersilahkanku segera masuk kedalamnya. Sementara pada waktu yang bersamaan mengancam fokus dan karirku di dunia nyata. Just for the record, I didn’t really mean ‘mengancam fokus dan karirku di dunia nyata’ in a real serious/boring way. Hanya permainan kata-kata.</p>
<p>Bermula dari niat bertahun-tahun, berpuluh-puluh tahun yang lalu bahkan (thanks to dear Dad that instigated), untuk memiliki wadah menulis yang entah siapa pembacanya, hanya oret-oretan, seringkali bertema buram, OOT, tak terstruktur, tanpa kerangka, hanya kata-kata, boleh dikatakan therapy centre for the unstopable mind of mine, sedikit mendomestifikasi pemikiran yang luntang-lantung di kepala, melelahkan tapi tanpa keringat, kata-kata yang berseliweran bisa jadi akhirnya menemukan salurannya, setelah selama ini sedikit-sedikit merembes dan terbisikkan di bibir, buah dari ketidakmampuan benak ini mengakomodasi ‘homunculus’ yang sepertinya tidak pernah lelah memantikkan pemikiran ke kepala ini, membuatnya berbinar-binar, gegap gempita dibalik ketenangan yang terlihat seakan mencerminkan kekosongan,  bahkan ketika tidur sekalipun, terkadang bahkan sulit membedakan mana kenyataan, mana ‘hampir’ kenyataan.</p>
<p><em>My dad used to write everything, and he never taught me to, but I learned well from him, so damn well that thanks would never be enough to express how grateful I am of him.</em></p>
<p>Lanjut..</p>
<p>Seringnya melihat ayah yang selalu menuliskan segala sesuatu, tak peduli media, secarik kertas, dibelakang bon belanjaan, bahkan di ‘udara’ sekalipun membuatku selalu tertarik untuk selalu ‘membaca’, membaca dan membaca lagi. It’s always fascinating to go back in time and membayangkan Ayah yang sedang menulis di udara dengan jari telunjuk kanan dan sisa jari dikepal, lalu aku akan segera mengekor gerakan ayah dengan bola mata dan mencoba membaca apa yang ditulisnya.</p>
<p>Terbetiklah niat untuk ketika mampu akan menulis juga, seperti Ayah, walaupun pada waktu itu tak sepenuhnya menyadari mengapa Ayah melakukan itu, namun sekarang semuanya bertambah jelas, seribu satu hal bisa dijadikan motif, bahkan aku tak memerlukan alasan lagi untuk menulis, atau membaca. Aku hanya suka menulis dan senang membaca. Maka aku menulis, dan ini salah satu tulisanku, yang acak dan membingungkan seperti biasanya.</p>
<p>Kesibukan menjalani hidup sehari-hari ‘menunda’ niatku. Sekolah, sekolah lagi, mengaji, kursus, bermain dan segala hal indah masa tumbuh kembang menjadi manusia mengalihkan pikiranku dari menulis, namun bara masih tersimpan.</p>
<p>Kuliah, ketika dunia serasa semakin keras, penuh tuntutan dan membosankan, namun pertemanan semakin meluas berdasarkan azas ‘kebutuhan’. Waktu senggang kumanfaatkan untuk menulis,  bahkan waktu yang bukan senggang terkadang juga kumanfaatkan untuk menulis, lalu robek, atau bakar, atau buang. Dan yang tersisa hanya sesungging senyum.</p>
<p><em>Sadarkah engkau wahai teman, bahwa sedari tadi tulisanku ini mengaburkan antara membaca dan menulis, semata karena membaca dan menulis itu adalah satu koin dengan dua sisi, bosan dengan bacaan aku akan menulis, istirahat menulis aku akan membaca.</em></p>
<p>Masa kini..</p>
<p>Beberapa bulan yang lalu aku memberanikan diri membuka sedikit pipa kecil penghasilan ini untuk membeli sepotong rangkaian mekanis yang bisa membantuku menyalurkan keinginan untuk menulis, lalu tak lama kemudian disusul dengan konektivitas dengan harga yang cukup menyesakkan penghasilan yang kalau ditinjau secara realistis, aku berspekulasi dengan penghasilanku, bukan untuk menambah penghasilan, tapi semata kepuasan yang notabene memperbesar pipa pengeluaran.</p>
<p>Big Leap! Thank God I Can Afford It, walau tersengal, and I’m just warming up..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fadlunm.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fadlunm.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fadlunm.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fadlunm.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fadlunm.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fadlunm.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fadlunm.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fadlunm.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fadlunm.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fadlunm.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fadlunm.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fadlunm.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fadlunm.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fadlunm.wordpress.com/53/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadlunm.wordpress.com&amp;blog=7012012&amp;post=53&amp;subd=fadlunm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fadlunm.wordpress.com/2009/08/03/the-door-that-seems-to-be-opening-up/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0cc60cd7c257c801e21ba662040b5187?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fadlunm</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
