Dasi dan Gaji

Tuesday, August 11, 2009

Kepada saudara-saudaraku sekalian, mohon jangan identik-kan dasi yang saya kenakan ini dengan besarnya nominal uang yang saya terima sebagai balasan setelah mengenakannya selama sebulan. Saya ini hanya buruh pabrik uang yang memang sehari-harinya dituntut untuk mengenakan dasi sembari menangani uang. Bukan mencetak dan membawa pulang, namun hanya distribusi terima dari orang lain dan beri ke orang yang lainnya lagi. Yang saya maksudkan adalah uang dalam jumlah banyak dan sangat banyak (menurut saya), hingga milyaran mungkin, atau jumlah uang yang hanya bisa anda bayangkan untuk anda miliki setelah anda bekerja membanting tulang memeras keringat untuk 3x masa pensiun.

Anda bingung dengan uraian saya? mari saya ceritakan dengan lebih rinci. Biasanya dalam satu kali kehidupan anda akan bekerja satu kali hingga mencapai usia pensiun atau pensiun dini. Sangatlah jarang sekali seorang individu bisa mencapai masa pensiun 3x di dalam satu kali periode kehidupan ini, pensiun dalam arti sesungguhnya, bukan PHK, dipecat atau mengundurkan diri. Untuk bisa mengumpulkan uang sebanyak yang saya urusi sehari-hari, maka anda perlu bekerja mengais-ngais uang hingga pensiun, mati, hidup kembali dan mulai bekerja menerima gaji lagi hingga mati, hidup kembali dan bekerja kembali mengumpulkan uang hingga tercapai keinginan anda memiliki uang sebanyak yang saya tangani setiap harinya (itu kalau penghasilan anda ‘sebanyak’ yang saya terima saat ini).

Cukup uraian membingungkan tentang bagaimana caranya mengumpulkan uang sebanyak uang yang saya pegang-pegang tiap hari. Kembali ke masalah dasi. Bersama dasi ini datang pula jabatan dan bersama jabatan ikut pula satu penumpang yang menyebalkan yang saya sebut gengsi. Gengsi bawaan jabatan yang tidak pernah saya inginkan ini benar-benar memusingkan kepala menjengkelkan hati. Bagi orang awam yang melihat jabatan saya dan dasi yang saya kenakan ini maka hampir dipastikan akan berasumsi jauh setinggi langit tentang penghasilan, gaya hidup dan yang lain-lainnya yang menjelaskan tentang diri saya. Bagian yang memusingkan adalah ketika terjadi benturan kepentingan, terutama yang menyangkut masalah finansial. Ekspektasi masyarakat awam akan kemampuan saya seringkali malah melemahkan jiwa saya. Mereka tidak akan percaya jika saya adalah tidak jauh berbeda dengan mereka, terutama dalam hal penghasilan dan pengeluaran. Uang di rekening saya juga tak pernah memenuhi kolom saldo, masih banyak ruang kosong di sana yang menandakan bahwa saya ini orang yang berkantong pas-pasan juga. Hutang dan cicilan juga menjerat saya dari pinggang ke leher. Namun sekali lagi dasi saya menyilaukan pandangan mereka. Sikap mereka mencerminkan kalau saya ini sedang merendahkan diri, yang berujung pada semakin menaiknya respek mereka terhadap saya, rasa hormat yang sama sekali tidak pada tempatnya. Ini membingungkan, Mereka terlalu kagum pada ‘Image’ saya, bukan pada saya. Saya yang berteriak-teriak lantang menjelaskan siapa dan bagaimana sebenernya saya malah terlihat ‘megah’ bagi mereka.

“Ini saya sedang klarifikasi tentang eksistensi saya disini, bukan sedang menghibur anda-anda semua!”

Mereka tidak menyadari bahwa pengharapan mereka saya injak-injak di dalam hati demi kesetaraan dan kesepadanan terhadap mereka dan ini malah semakin memperkeruh suasana, sepertinya. Maka bertambahlah mumet kepala saya.

Bagaimana dengan anda, saudara? apakah anda diperlakukan berdasarkan pada apa yang anda kenakan?

Advertisement

One Response to “Dasi dan Gaji”

  1. fmaros Says:

    Percaya atau tidak, dengan dasar pemikiran yang sama saya menjadi orang yang totally different as you are. Pakaian favorit saya adalah celana jeans dan sendal (yang akan diganti sementara dengan pakaian kantor resmi pada saat darurat seperti bertemu kepala, kolega atau menjadi pengarah acara atas nama kantor). Dengan celana jeans dan sendal saya merasa bagian dari orang-orang biasa yang menikmati hidup dengan apa yang saya miliki. Pada akhirnya perlakuan yang saya terima adalah perlakuan “maklum” dari orang-orang yang mengenal saya. Kesalahan bersikap difahami, dan prestasi kerja dihargai luar biasa.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.