Just Another Ramble Bout The Taste of What I Read..
Tuesday, May 5, 2009
Sedikit kecewa dengan karya penulis wanita lokal idola yang terakhir dibaca, (which is Dee – Rectoverso), benak ini mulai mempertanyakan semua yang telah ‘beliau’ tuliskan, mulai tulisan pertama yang begitu ‘menggebrak’, hingga tulisan terakhir (yang dibaca) yang menyebabkan ‘gedubrak’!
Mungkinkah ini gejala ‘pembiasaan’ yang menghilangkan rasa atau hanya sindrom pengharapan yang terlalu berlebih? Setelah sekian lama menanti bahan bacaan yang berkualitas, mind-blowing, blablabla… dan akhirnya apa yang ditunggu-tunggu ternyata tidak lebih membosankan dari yang kemarin-kemarin.
Seringkali label ‘Best-Seller’ menjadi pemicu untuk kemudian ‘nekat’ menghamburkan budget yang tak seberapa ini untuk sebuah brainstorming dalam bentuk bacaan yang dinanti, hanya untuk kemudian kecewa karena ternyata ‘jauh panggang dari api’, pengharapan tidak sesuai kenyataan?
What happened to you Dee? Or should I say : “What happens to me?”
How come reading her writing isn’t as fun as it used to be?
Sekali lagi, mungkin ini hanya ekspektasi yang terlalu berlebih terhadap figur seorang penulis, as it turns out to be, Dee is just another business woman, what I just read is a business product (at least that’s how it feels to me).
Begitu menakjubkannya sistem yang sekarang ini sedang kita anut dan kita jalani, tanpa disadari atau tidak, hampir seluruhnya bermuara pada profit (which I suppose it should be), dengan metode yang berlabelkan pemasaran, marketing manajemen, and so on and so forth..
Industrialisasi, kapitalisme, dan seluruh antek-anteknya telah dengan sukses menjadikan seluruh dunia ini menjadi ‘pasar’ besar, tempat segalanya diperdagangkan, tentunya dengan harga yang sesuai. Nothing is for free no more, there’s no such thing as free lunch. And the great thing is, I’m not even sure if it’s really those 2 words I’m talking about, mungkin saja industrialisasi, kapitalisme dan istilah-istilah lain yang seringkali dipersalahkan untuk dunia yang serba dagang ini hanyalah label yang diberikan untuk menyebutkan sesuatu yang kita sendiri sebagai manusia masih bingung untuk menamainya namun telah dengan sangat baik mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.